Said Didu: Jika Tak Dibeking Orang Kuat Mustahil Pengusaha Tambang Bebas

Lingkungan Tambang di Raja Ampat, dieksploitasi sejak kepresidenan yang lalu. Semboyan kerja-kerja tak peduli lingkungan rusak, kini terungkap jelas.

ACEH CONNECT | JAKARTA — Ternyata ada para mafia berusaha rebut jabatan kementerian, terkait usahanya yang sedang berjalan. Hampir semua perusakan lingkungan, berhubungan dengan kekuasaan. Bayangkan jika di masa datang para menteri ESDM adalah mafia tambang, jadi apa negeri ini.

Hal tersebut sudah harus menjadi perhatian Presiden, bahwa kementerian bukanlah tempat bersembunyinya mafia. Kementerian  harus bebas melakukan pengawasan pada bidang masing-masing, pejabatnya harus dapat dipastikan terbebas dari kegiatan mafia. Dikutip Aceh Connect dari berbagai sumber, Minggu 27 Juli 2025.

Itulah yang dicoba sampaikan oleh Said Didu sebagaimana dilansir WARTAKOTALIVE.COM, Mantan Sekretaris BUMN Said Didu akhirnya berani mengungkap siapa gerangan mafia tambang yang ada di Raja Ampat, Papua, hingga lokasi itu rusak.

Menurut Said Didu, jika tak dibekingi orang kuat di negeri ini, mustahil pengusaha tambang bisa bebas menambang di Raja Ampat. Said Didu cukup memahami sepak terjang mafia tambang ini, karena memang fokus di bidang tambang.

Dia pun pernah diisukan menjadi calon kuat Dirjen Mineral dan Batu Bara (Minerba) pada tahun 2015 silam, namun batal karena dijegal mafia tambang.

Kala itu, Said Didu bertekad, jika menjadi Dirjen Minerba di Kementerian ESDM, akan menyikat para mafia tambang itu.

Hal tersebut diungkapkan lagi Said Didu dalam podcast di YouTube Abraham Samad SPEAK UP pada Kamis (12/6/2025).

Dalam kesempatan yang sama, Said Didu mencoba membongkar dalang di balik mafia pertambangan di Raja Ampat.

Said Didu pun menilai, ada beberapa pihak yang harus bertanggungjawab atas pertambangan ilegal yang telah terjadi di wilayah Papua tersebut.

Awalnya, Said Didu menilai Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sempat ingin merekayasa. Caranya, Bahlil membuat PT Gag Nikel Tbk tampil baik hingga warga Indonesia tak melirik empat usaha tambang lainnya.

“Kalau saya justru Bahlil mencoba merekayasa kemarin untuk menutupi 4 ini. GAG ini adalah punya BUMN tahun ini mendapat penghargaan sebagai tambang terbaik,” ungkap Said Didu dikutip dari Tribunnews.com.

“Awalnya, saya menduga yang lain dibiarkan sementara yang lain merusak, sedangkan Gag berada di luar geoparknya Raja Ampat. Jadi saya menduga, skenario Bahlil kalau Gag diperiksa dan bagus, berarti yang lainnya bagus,” ucapnya.

“Pas kunnjungan ke Gag, kan langsung konferensi pers kalau tidak ada masalah untuk menutupi yang empat ini,” imbuhnya. Namun, rekayasa Bahlil disebut Said Didu tercium oleh Presiden Prabowo Subianto.

Dari berbagai sumber diperoleh informasi bahwa, tindakan cepat Presiden Prabowo Subianto mencabut ke 4 izin tambang di Raja Ampat itu tindakan nyata. Namun berbagai sumber berharap Presiden berani bersih-bersih, kementeriannya termasuk kementerian ESDM.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), masih dijabat Bahlil dan bagaimana mungkin Presiden lakukan bersih-bersih. Bahlil Lahadalia. Ia dilantik pada 19 Agustus 2024, hingga saat ini masih menjabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). [*].

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *