Mamdani dan Trump bertemu di Gedung Putih, Foto Ilustrasi | Gabungan Artificial Intelligence.
ACEH CONNECT | Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan membatasi dana federal untuk Kota New York jika kandidat dari Partai Demokrat, Zohran Mamdani, menang dalam pemilihan wali kota. Trump juga menyerukan dukungan kepada rival Mamdani, Andrew Cuomo.
“Sangat kecil kemungkinan saya akan menyumbang dana federal, selain dari jumlah minimum yang diwajibkan,” ujar Trump ketika bicara mengenai ‘jika Mamdani memenangkan pemilihan’ di media sosialnya. Sebagaimana yang pernah dilansir media ini, 5 Nopember yang lalu.
Kini Trump tiba-tiba tersenyum saat menatap wajah Mamdani (Walikota terplilih kota NY). keduanya terlihat sangat menikmati situasi kebersamaan seakan pendukung Yahudi salut kepada Mamdani.
Ketegangan panjang antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wali Kota New York terpilih Zohran Mamdani mencair dalam sebuah pertemuan yang penuh senyum di Gedung Putih, dikutip dari berbagai sumber, Sabtu 22 Nopember 2025.
Pertemuan itu menjadi yang pertama bagi dua tokoh dengan latar politik bertolak belakang, yang selama berbulan-bulan saling melontarkan kritik tajam di media.
Mamdani, seorang demokrat sosialis dan anggota legislatif negara bagian yang baru saja memenangkan pemilihan wali kota NY awal bulan ini, meminta pertemuan empat mata dengan Trump untuk membahas dua isu yang paling menghantui warga New York: biaya hidup dan keselamatan publik.
Publik terkejut ketika pertemuan yang diperkirakan berlangsung kaku justru berubah hangat. Trump bahkan memuji kemenangan politik Mamdani, sebuah nuansa yang jarang muncul dari presiden terhadap tokoh yang pernah ia labeli ‘radikal kiri’, ‘komunis’, hingga ‘pembenci Yahudi’.
Semua tudingan itu pernah Trump lontarkan kepada Mamdani meski tanpa bukti.
Mamdani, 34 tahun, berdiri di samping Trump yang berusia 79 tahun. Sang presiden, yang sebelumnya mengejeknya sebagai “komunis,” kini menepuk lengannya dengan hangat.
“Kita sepakat jauh lebih banyak daripada yang saya duga,” kata Trump, dilansir Reuters.
“Kita punya satu kesamaan: kita ingin kota yang kita cintai ini berkembang dengan sangat baik.”
Trump menyebut pertemuan itu lebih hangat dari prediksinya, sementara Mamdani menekankan fokus pada tujuan bersama.
“Yang sangat saya hargai dari presiden adalah bahwa pertemuan yang kita adakan tidak berfokus pada titik-titik perselisihan, yang jumlahnya banyak, tetapi juga berfokus pada tujuan bersama kita dalam melayani warga New York,” ujarnya. [*].











