Aktivis sayap kanan bentrok dengan pengunjuk rasa menyusul serangan penikaman di Bristol, Inggris, Sabtu (3/8/2024). Foto: Justin TALLIS / AFP
Acehconnect.com | Banda Aceh. — Elon Musk ikut buka suara atas kericuhan besar yang terjadi di Inggris. Protes anti-migran yang penuh kemarahan telah melanda Inggris, dibarengi dengan kerusuhan karena adanya penikaman mengerikan terhadap tiga anak di Southport oleh putra imigran Rwanda yang berusia 17 tahun.
Tak hanya wilayah itu, Manchester, Liverpool, dan Birmingham telah menyaksikan demonstrasi yang diwarnai kekerasan, dengan masjid-masjid diserang, kantor-kantor polisi digeledah, dan mobil-mobil serta gedung-gedung dibakar.
Miliarder AS, Elon Musk, berspekulasi bahwa Inggris sedang menuju ke arah perang saudara melihat gelombang kekerasan yang melanda negara ini hampir tidak terkendali. “Perang saudara tidak bisa dihindari.” kata Elon Musk mengutip akaun X atau twitternya, Minggu (4/8/2024).
Sumber lain menyebutkan, Inggris menuju perang saudara tak terhindarkan. Pihak otoritas dan polisi setempat meminta masyarakat tetap waspada kendati situasi keamanan membaik. KBRI terus memantau WNI dan kondisi keamanan, berkoordinasi dengan diaspora dan simpul-simpul masyarakat.
Ratih mengatakan berdasarkan pemberitaan di media, kerusuhan meluas tidak hanya di Sunderland, tetapi juga wilayah lain di Inggris. Dampak kerusuhan, kerusakan pada fasilitas umum karena dirusak massa dan aktivitas masyarakaat belum sepenuhnya normal.
Masyarakat diminta menghindari kerumunan massa. Atau tempat-tempat yang berpotensi sebagai tempat pengumpulan massa atau kelompok demonstran.
“Imbauan secara umum meningkatkan kewaspadaan jika beraktivits di luar rumah atau kerumunan massa. Otoritas berjaga-jaga dan menyampaikan seluruh masyarakat agar waspada,” ujarnya.
Ratih meminta agar WNI mengikuti petunjuk dan arahan otoritas setempat termasuk memantau komunikasi melalui media sosial KBRI London. Ratih menegaskan imbauan kewaspadaan tidak hanya berlaku untuk WNI di Inggris tetapi Irlandia.
“Memantau komunikasi dengan komunitas WNI setempat. Mempertimbangkan urgensi jika harus berpergian dan beraktivitas diluar rumah,” pintanya.
WNI dapat memanfaatkan layanan pengaduan untuk keadaan darurat dengan menghubungi 112 atau 999. Pihak KBRI membuka layanan hotline kekonsuleran +447795105477 dan +447425648007. [].











